Terios Ranah Minang Peduli Gempa

Sumatera Barat Indonesia termasuk Negara rawan Gempa. Posisi geologis Indonesia pada pertemuan tiga lempeng utama dunia (lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik). Seperti minggu lalu tepatnya hari Sabtu 21 Juli 2018 Pk 14.58, gempa berkekuatan 5,5 M, tektonik yang disebabkan aktivitas Zona Sesar Sumatera (Sumatera Fault Zone) pada segmen Sumani mengguncang Sumatera Barat (Sumbar). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa itu berlokasi di Mentawai, tepatnya 1,78 Lintang Selatan (LS), 99,72 Bujur Timur (BT) di kedalaman 10 kilometer, dan tidak berpotensi tsunami.

Sehari setelah gempa terjadi, Minggu 22 Juli 2018, Terios Indonesia Ranah Minang bersama rombon​gan PemPro​v Gubernur Sumatera barat Bapak Prof. Ir. Irwan Prayitno (Irwan Prayitno) dengan sejumlah stakeholder ( Kementrian Sosial, Tagana, SAR, BMKG) langsung menyambangi korban gempa di Tiga Kecamatan, Kabupaten Solok, kunjungan ke Kecamatan Gunung Talang, Kecamatan Danau Kembar dan Kecamatan Lembah Gumanti.

Meninjau rumah korban meninggal akibat gempa di Jorong Lubuk Selasih, Kecamatan Gunung Talang.
Mayoritas rumah warga hanya mengalami rusak ringan. BMKG mencatat lebih dari 5 kali gempa mengguncang Sumbar dari radius 3 SR hingga 5,5 SR dengan berbagai pusat. Mulai dari Mentawai, Bukittinggi, dan terakhir Kabupaten Solok yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan tempat tinggal.

Bersama Tagana Solok Kementrian Sosial, Terios Ranah menyerahkan bantuan yang telah di himpun dari member, telah diserahkan langsung melalui Wali Nagari Gunung Talang setempat.

Sumber : Terios Ranah Minang

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.